Bagaimana kabar Anda harin ini? Semoga makin luar biasa hebat. Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya, yaitu gaya bisnis Warren Buffet bagian1.
Perjalanan Buffett selanjutnya adalah pada usia 15 tahun, ia mampu menunjukkan bakatnya kembali sebagai calon pebisnis sukses, ia bersama temannya membeli sebuah mesin pinball seharga US $ 25 yang ia letakkan di sebuah salon potong rambut. Dalam hitungan beberapa bulan kemudian, ia telah memiliki 3 mesin pinball yang berada di lokasi berbeda.
Setelah tamat SMU, pria yang dikenal memiliki prinsip hidup sederhana ini pernah menempuh studi di Harvard Business School, namun setelah mengetahui Benjamin Graham dan David Dodd, yang keduanya dikenal sebagai ahli dalam analisa sekuritas mengajar di Columbia Business School, ia akhirnya memutuskan untuk pindah.
Keputusannya untuk pindah tersebut ternyata banyak membawa pengaruh pada kehidupan Buffett selanjutnya. Buffett muda sangat mengidolakan Ben Graham, ia menganggap Ben Graham mahaguru dalam bidang yang ia sukai. Ia kemudian banyak belajar dari prinsip dan filosofi Ben Graham, seseorang yang juga ia anggap sebagai mentor bisnisnya. Bahkan Buffett pernah menyebut dirinya sebagai “85% Benjamin Graham dan 15% Fisher“.
Pelajaran dari pengalaman Buffet ini adalah MILIKILAH MENTOR. Apaun bidang yang kita pilih, kita hendaknya memiliki mentor/guru yang mumpuni di bidangnya. Ini merupakan salah satu jalan menuju kesuksesan.
Buffett muda memang dikenal berbakat dalam bisnis. Suatu ketika, saat usianya 21 tahun, dengan TEKAD YANG KUAT ia pergi ke sebuah perusahaan GEICO, perusahaan auto insurance Amerika dan ingin menemui Ben Graham, yang baru ia ketahui bahwa Ben Graham adalah salah satu direksi perusahaan tersebut. Setelah mengetuk pintu cukup lama, ia hanya berhasil menemui Vice President, Lorimer Davidson. Setelah berbincang-bincang selama kurang lebih 4 jam mengenai bisnis insuransi, kemudian Lorimer Davidson menyebut Buffett sebagai “extra ordinary man“.
Setelah memperoleh gelar master daru Columbia Business School pada tahun 1951, Buffett ingin bekerja di Wall Street. Namun, tidak diijinkan oleh ayahnya dan Ben Graham setelah berkonsultasi. Buffett akhirnya menawarkan diri untuk bekerja pada Ben Graham tanpa gaji, namun Ben Graham menolak. Akhirnya sambil mengambil kursus di Dale Carnegie, dengan PERCAYA DIRI ia mengajar di kelas malam University of Nebraska untuk kuliah “Insvestmen Principle“, dimana rata-rata mahasiswanya berumur 2 kali lipat umur Buffett pada saat itu.
Sambil mengajar, langkah awal Buffett merintis karir adalah bekerja sebagai salesman perusahaan investasi, Buffett-Falk & Co, di Omaha. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1954, Buffett yang saat itu telah menikah dan memiliki seorang anak, ia diajak Ben Graham untuk bekerja sama dengan gaji awal US$ 12.000 per tahun di Graham-Newman Corp New York sebagai analisis sekuritas.
Buffett hanya 2 tahun bekerja di perusahaan milik Ben Graham, karena Ben Graham memutuskan untuk pensiun. Akhirnya, pada tahun 1956, Buffett kembali ke Omaha dan mendirikan perusahaan Buffett Partnership Ltd. Dengan bermodalkan US$ 100, ia mengelola dana milik orang-orang kaya Nebraska di Omaha. Perusahaan Buffett tersebut sukses, begitu juga dengan Buffett yang menjadi millionare pada tahun 1962. Namun, akhirnya perusahaan tersebut dijual dan dibubarkan pada tahun 1969. Namun demikian, para investor merasa puas karena rata-rata mengantongi keuntungan sebesar 30.4% per tahun.
Bagaimana prinsip warren buffet dalam berbisnis akan dibahas selanjutnya.
(Bersambung)






